Kamis, 26 November 2009

Idul Adha 2009 ( 10 Djulhijah 1430H)

Gema takbir telah berkumandang malam ini, meskipun aroma bau badan kambing sudah tercium seminggu belakangan. Another lebaran haji yang akan kulalui bukan diLampung..hiks..hiks...(sedih beneran mode:on..)

Alhamdulillah, semoga aku bisa selalu bersyukur atas semua karunia dari Alloh SWT yang telah aku terima.
Hari ini masih masuk kantor -seperti biasa- tentunya, dan alhamdulillah bisa menunaikan puasa sunah 9Djulhijah. Tak ada perbedaan yang terlihat sehari sebelum hari raya Haji ini, hanya saja jalan sudirman dan thamrin tidak begitu padat, tapiiiiii......begitu memasuki daerah suburban a.k.a kebayoran....(music pliss..jreng..jreng!!) kemacetan telah terbentang didepan mata..TERLALU!!
Oh ya, entah kebetulan atau memang sebelumnya bus patas 44 yang aku tumpangi sore ini memutar kaset ngaji...hahhhh....swejuuk banget dengernya,jarang banget ga pernah bahkan di bus muter kaset itu,, sampai tak lama seorang anak kecil naik dan dengan suara yang lantang mulai berkoar2 dan memaksa supir mematikan kaset pembacaan Al-Quran itu( yang seharusnya ga perlu).

Melihat bocah sekecil itu dengan keberanian besarnya, aku kadang berfikir apakah anak2 itu sudah diberikan pelatihan dulu tentang cara2 'pentas' yang baik dan benar? kadang aku terenyuh melihat mereka ( kecuali tadi ya...1. karena dia memotong suara Ngaji, 2. karena cara nya yang begitu berani jadi agak aneh ajah). Teringat kembali bagaimana seorang icut, teman kuliahku yang kini tinggal di phoenix, mengomentari tentang kehidupan jakarta yang penuh dengan orang2 miskin, pengangguran, dan anak2 jalanan. Bagi dia, yang sudah merasakan perbandingan kehidupan amerika dan indonesia, sah sah saja akan memilih untuk lebih ingin tinggal di US, sedangkan aku, mungkin saat ini aku masih bisa mentolelir keadaan kota jakarta tempat ku mencari nafkah ini tanpa banyak komplain. Ketimpangan sosial yang begitu terlihat jelas..
hahh.....PR yang harus lebih dipikirkan oleh orang2 atas yang di beri kepercayaan oleh rakyat untuk memegang uang negara.
Wait!!!.....did i talk about politic or something?? lets get back to the topic!

Selamat hari raya Idul Adha!
Semoga kita selalu diberi rizki yang berlimpah oleh Alloh SWT...

-Love n Miss You, Mom-


Selengkapnya...

Selasa, 17 November 2009

Tentang Rasa



Pernah ga, menginginkan sesuatu tapi di hati tuh tau kalau 'hal' itu tak mungkin diraih??

hmmmm.....kalau gue,,,,kayana sering deh. Bahkan juga bisa dibilang habit. Tapi, bukannya rasa itu datang tanpa direncanain ? atauu,,,,mungkinkah pikiran kita yang tanpa sadar membentuk rasa itu menjadi bola pengharapan yang jika tak dihentikan lama kelamaan akan membesar?
Maybe yes, maybe no.
But now, i feel that crush, again! dan sumpah..benar2 bukan perasaan yang nyaman ketika harus berada di satu border. Dan sekali lagi aku harus menetralkan perasaan itu dengan cepat,,seperti yang sudah2.


Selengkapnya...

Sabtu, 14 November 2009

Setan Kopi..

Salah perhitungan neh!!
Entah setan apa yang merasuki ku tadi pagi hingga dengan mudahnya aku membuka lemari didapur, mengambil sebuah gelas belimbing, mengisinya dengan sejumput kopi bubuk, menambahkan 2sendok gula dan menyeduh kan air panas daridsipenser. Aroma kopi yang memabukkan langsung tercium.Kuhirup dalam-dalam wanginya seblum akhirnya sensasi kopi pahit manis itu mengalir dilidahku....hmmmmm

Tak lama kemudian aku tersadar dan seperti baru saja melakukan kesalahan besar aku mulai mengutuk ketololan ku itu, Bagaimana bisa aku merusak saat-saat yang PAS buat tidur, setelah seminggu ini hanya bisa memejamkan mata kurang dari 5jam ( yang tidur di bus gak dihitung ya ) kuhancurkan dengan segelas kopi!!

Sekarang aku hanya bisa bergulingan ditempat tidur tanpa bisa menutup mataku sedikitpun,,melek ajah gitu!!





Selengkapnya...

Jumat, 13 November 2009

Hujan = Macet = Jakarta

'eh ujan gerimis aje,,anak kodok dikawanin'...( gitu bukan sih liriknye??).

Sebenernya mau itu gerimis kek, ujan gede kek, yang namanya Jakarta pasti akan dibuat macet. Gak tau si kenapa bisa begitu, yang jelas inih bukan cuma teori. Dan kalo sudah pake jalan kaki 1km lebih ditengah rintik ujan dan kemacetan, aku sih sudah gak mau bilang itu cuma teori.
Tapi untungnya hari ini ga ujan, jadi....aman!

Rasanya baru 1jam aku tidur semalem, gara-gara banjir yang merendam ibukota - merendam sebagian titik2 dijakarta dan sub urban (apa seh??!!) tepatnya. Namun dengan semua kelelahan, gerutuan dan kecemasan yang kurasakan ditengah2 arus deras banjir yang melanda komplek unilever,cipulir kemaren malam , bersyukur adalah satu2 nya hal yang harus kulakukan. So, let me do it, i wanna say :
1. Alhamdulillah , puji syukur ku pada Alloh SWT yang telah melindungiku ( salah duanya adalah bisa kabur dari bus patas yang terbakar tiba2 dan keluar dengan selamat dari kurungan banjir diatas angkot...wieee seyeem )
2. Supir angkot yang walaupun selalu dikomplain ibu2 didalam angkot tetap sabar mencari jalan untuk keluar dari banjir dan kemacetan
3. My Mp5 yang selalu berusaha membuatku terbebas dari bete.
4. Sendal risti....apa jadinya kalau aku harus jalan dari seskoal ke cipulir ditengah jalanan becwek gak ada ojwek dengan sepatu donatelo yang baru dibeli..
5. Tumpangan, mas Bud, yg mengurangi rekor terlama perjalanan dari kantor kerumah ( 5jam aja gituh!!)

Nov 14, 2009
Dan hari ini, dengan mata lebar yang dipaksain terpaksa harus ngantor juga. Gak banyak yang musti dikerjain dikantor , jam 1 siang langsung melesat pulang. 2orang pengamen sempet membuat ku rada bete, penampilan keduanya awut-awutan, apalagi pemuda yang membawa gitar, dari matanya kelihatan seperti sedang'on'. Namun saat gitar mulai dipetik dan agusto - panggilan pemuda satu lagi yang ga bawa gitar begitu dipanggil - mulai melantunkan nuansa bening, headset mp5 langsung kucopot. Hmmmm,,,suarany lumayan enak didenger bahkan sampai 5 lagu yang ditutup dengan kasih putih-nya Glenn, aku begitu menikmatinya.
Ada beberapa alasan bagiku untuk sekedar 'memberi' pada para pengamen jalan yang kutemui. Mungkin bukan hanya sekedar faktor kasihan, tapi kadang aku menapikkan prasangka untuk kemana mereka menggunakan uang itu, namun lebih kepada karena aku menyukai 'entertain' yang mereka suguhkan, seperti 2 pengamen tadi siang.

Malam ini sampai besok rasanya mau bales dendam dengan kasur, pingin tidur yang nyenyaaaakkk dan lama!!

So, gud nite! Selengkapnya...

Senin, 09 November 2009

Bandung Tur D'angcots




Nov 07,2009
Kurasa semangat ku siang ini tak kalah tinggi dengan semangat sang mentari untuk membagi sinarnya yang terik. Meski harus meringis ketika baru saja melangkahkan kaki keluar rumah, aku tak gentar sedikitpun. Sabtu yang cerah, hari yang tepat buat nge'date! wait..did i say date??...secara saat ini jomblo jadi buang jauh2 pikiran tentang hal2 romantis itu ( yah walaupun agak2 ngarep si alasannya harus keluar panas2 gini ). Well eniwei.....rencana perjalanan kali ini pun tak kalah menarik, kurasa, Going to Bandung! rasa kangen akan kota ini membuat ku setuju untuk ikutan anak2 kantor - the ladies actually- jalan ke kota kembang. Apalagi kali ini kami akan menggunakan kereta api menuju kesana, satu pengalaman yang belum pernah kurasakan, dan pada akhirnya mampu mengalihkan duniaku, maksudnyaaa...pastilah kekhawatiranku bakal miskin sampai akhir bulan..weks!!

Akhirnya tiba juga di stasiun kereta api terbesar dijakarta ini, tiang2 tinggi dengan cat hijaunya menyambut cewek cantik ini dengan suka cita , ternyata 4 wanita yang akan ber'backpack' ria sudah tiba duluan, dan ternyata bukan hanya 4, ada 1 backpack
er muda berponi yg akan ikut..hehehe

Tiket kelas eksekutif kereta api Parahyangan yang akan membawa kami ke Bandung ternyata sudah menunggu, aku, fiona, viny, risti, yani dan sasa langsung masuk. Aku tak ingat kursi kami ada digerbong berapa, tapi sepertinya berada di gerbong yang agak depan. Tempat duduk dengan warna merah maroon terjajar dengan konfigurasi 2-2 dilengakpi satu bantal kecil disetiap kursinya. Sementara 4 cewek lainnya berada didalam satu deretan, aku lebih memilih satu kursi dibelakang barisan mereka tepat disamping jendela, pasti akan menyenangkan melihat pemandangan diluar. Selama ini aku selalu melihat lintasan kereta api yang melingkar timbul tenggelam dari balik bukit2, dan kini aku ingin merasakan sensasi berada dilintasannya. Komplain pertama terlontar tentang ac yang tak cukup dingin.


16:40 kereta tiba di stasiun kebun kawung, bandung.
Turun kereta, peserta tur mulai agak kebingungan dengan pintu keluarnya, akibatnya, yang harusnya keluar lewat pintu utara, kami malah keluar dari pintu selatan. Tapi dengan semangat tinggi ( karena baru menit2 pertama tur dimulai ) kami mengikuti arahan dari sang guide. Tujuan pertama adalah hunting satu tempat bernama 'De'Durens'. Risti membawa kami keterminal angkot disebelah stasiun. Perlu 2x naik angkot untuk sampai di resto yang terletak di Lengkong Besar itu. Tempat yang sempat kami liat dari satu website itu terletak dipinggir jalan raya, tidak terlalu besar, hanya merupakan satu ruko. Tidak terlalu ramai saat itu, hanya ada 2 kursi terisi. Mungkin karena ketika kami tiba hampir mendekati waktu maghrib.


Seorang wanita berkaus ungu membawakan menu untuk kami liat. Ternyata tidak semua menu terbuat dari durian, kebanyakan memang hanya untuk minumannya saja. Nama-nama minuman dibuat unik untuk menarik perhatian. Ada minuman berjudul : SBY, OBAMA, OSAMA,MEGA, dll. Kami mulai memesan minuman dengan rasa berbeda tiap orangnya, berharap bisa saling icip2.

Kenyang "hanya" menikmati es durian, the Gogle V kembali melanjutkan perjalanan, kali ini tujuan selanjutnya adalah menuju tempat kami akan menginap, yang sebelumnya sudah dipesan fiona waktu dikereta. Menurut informasi yang kami rangkum dari sang empunya D'Durens, untuk bisa mencapai guest house yang terletak disekitar jalan riau itu butuh 2x menggunakan angkot. Ada sedikit niat untuk 'break the rule' tema dari perjalanan ini dengan menggunakan taxi, namun niat itu kami tahan. Akhirnya kami kembali menggunakan angkot, yaitu :

1. angkot yang menuju buah batu ( agak maksa sih, karena ternyata jaraknya hanya sekitar 100m untuk berganti ke angkot ke-2, cuma gara2 supir nya 'ngetem' jadi lama )

2. angkot arah dago ( nah ,,yang ini juga rada ga bener, ternyata jalur nya tidak tepat melewati sepanjang jalan riau, hanya melintas tepatnya dipersimpangan Riau junction. padahal menurut fiona, guest house itu berada dibelakang Heritage. Akhirnya ditengah kemacetan lampu merah, kami ber-6 turun, melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ( cukup buat pegel juga sih, karena ternyata tempat nya ga bener2 tepat dibelakang heritage, tapi rada muter2 dikit lagi.

Tak ada plang atau tulisan apapun didepan rumah yang teletak dijalan wira angun-angun no.46 ,lebih tampak seperti rumah biasa. Dengan mata berbinar dan tetesan keringat yang jatuh bercucuran, kami mulai mengetuk. Seorang perempuan setengah baya menyambut kami dengan senyum. Kemudian kami dibawa lantai dua rumah itu. Benar2 seperti rumah biasa, hanya saja ketika sampai dilantai 2 tenyata berjajar 4 buar kamar, dan masih ada juga beberpa dilantai 3. Kami mengambil 2 kamar. Tak tersedia ac dan tv ditiap kamar, karena memang udaranya sudah dingin. Ruangan nya cukup luas, dilengkapi tempat tidur, satu lemari pakaian, satu meja rias dengan kamar mandi yang cukup bersih. Haaaahhhh...akhirnya kami bisa melepas lelah untuk sesaat, karena rencananya nanti malam masih ada acara keluar lagih.

Sekitar pukul 7, saatnya keluar untuk hunting makan malam. Semua bersemangat, terutama Risti, yang sedari tadi terus mengeluh laper. Karena kurangnya susunan acara, maka makan malam pun aga kebingungan mau kemana. Untuk mengisi perut, beberapa dari kami mengisi nya dengan cemilan otak-otak bakar, kemudian masuk sebentar kedalam fo heritage.

Setelah sedikit perdebatan, diputuskan untuk mencari makan di sekitar dago. Dengan sisa tenaga yang sudah terkuras dari siang, kami mencoba untuk menyetop taxi, tapi tak mudah untuk menerima 6 wanita cantik masuk sekaligus dalam 1 taxi ( walaupun kami sudah mengerahkan senyum terpanis yang tersisa ). Memang sepertinya kami harus berkomitmen pada tema tur ini, lagi2 angkot menjadi penyelamat.

Seperti sabtu-sabtu malam biasanya, jalan dago akan tampak ramai, penuh dengan kegiatan-kegiatan para mahasiswa yang disadari atau tidak membuat mecat jalanan.

Kami memutuskan untuk makan di sebuah kafe bernama 'soto pelangi' yang menyediakan menu nasi tutuk oncom dll. Terletak dipersimpangan jalan juanda bernama 'soto pelangi'. Terlihat jelas kelelahan di wajah teman2 ku, walaupun aku tidak begitu lelah - well mungkin karena sudah biasa jalan- gak tega juga melihat tampang2 lelah dan kelaparan itu. Untungnya menu di cafe ini tidak buruk!! Mudah saja sebenarnya menilai makanan itu enak atau tidak. Tatap saja wajah vinny, kalau tidak ada kerutan didahi nya dan tak ada komentar doi, berarti enak...

Tak lama, Nopi, sepupu ku yang kuliah di Bandung datang dan bergabung. Dari sana, nightsightseeing tur pun dilanjutkan. Berjalan sepanjang jalan dago, sudah pukul 9 banyak FO yang sudah mulai tutup. Namun Vinny bersemangat mengejar satu fo 'the uptown '. Malam itu kurang beruntung, karena ketika tiba disana, fo tsb sudah tutup. Hanya aku yang bisa mengejar masuk ke 'donatelo'.


Minggu, Nov 15, 2009
Hadoh...dah kepending berapa hari ni cerita, mungkin bau-baunya aja dah hilang. Begitu juga dikantor, cewek2 yang biasa ngomongin si sasa-anggota paling muda team turing kmaren- sekarang dah gak kedengeran gemanya. Hahaha...tapi jadi inget lagi dengan bocah satu ini. Bagimana tidak, bocah berusia hmmm...kayana 3 tahun deh...dengan wajah jutek, mata sipit, rambut ala dora the adventure, bawel nyaaa setengah mati! Kalo sasa sudah ngambek minta ini itu terus nangis karna gak diturutin kita cuma bisa ngurut dada masing ( yaiyalah masa ngurut dada orang....ups!).
---Hari ke-2 Tur D'angcots--
Pagi-pagi aku dah bangun, punya waktu 2d/1n di bandung rasanya sayang kalau hanya dihabiskan ditempat tidur, dan kayana semua anggota gugle V setujuh termasuk sasa yang sepertinya paling duluan bangun. Udara sejuk pagi hari dibandung rasanya beda banget...suegeeerrrr!!! 7.30 semua sudah siap untuk hunting sarapan pagi. Berhubung risti sepertinya lagi ngidam mau makan kupat tahu, tim yang lain jadi penasaran mau ngidam juga..loh..mau coba kupat tahu juga. Dan tidak jauh dari 'ges hos' ternyata ada sebuah pasar yang tak terlalu ramai dan disanalah kami memulai pencarian.
Namanya Pasar Gempol, dan memang benar tepat diujung pasar ada sebuah warung yang menjual kupat tahu. Tempatnya sih biasa ajah, tapi lihat orang2 yang makan disana..kebanyakan ber'mobil'. Penasaran juga pingin tahu rasanya kupat tahu gempol yang sepertinya disponsori oleh kecap cap bango ini. Seporsi kupat tahu berisi - tentu saja -kupat yang lembut, tahu yang juga bertekstur lembut, tauge, ditaburi saus kacang yang kental dan sepertinya diolah dengan sempurna hinggga minyak2 dari kacangnya keluar dengan cantik, tak lupa taburan kerupuk dan bawang menambah kesempurnaan.
Dari pasar gempol kami beranjak langsung menuju dago. Ternyata masih ada yang penasaran mau ke 'up town'. Masih pukul 8 lewat, kembali berada di angkot yang akan membawa kami menuju jalan dago yang terkenal dengan fo nya itu. Jalanan agak tersendat ketika melewati sekitaran gazibu yang pagi itu ramai oleh pasar kaget. Anggota tim sudah berkurang, risti harus duluan ke cianjur untuk melawat teman nya yang meninggal, yani terpaksa tinggal di ges hos karena sasa rada rewel dan mengatuk. Jadi tinggal aku, fiona dan vinny. Setelah harus nunggu dulu up town dibuka, kami bertiga akhirnya masuk dengan semangat mau ngabisin uang ditempat ini ( vinny dan fiona saja tentunya). Dari dago kami menuju cihampelas demi mencari titipan kaos pacar fiona. Entah karena mungkin mereka jarang jalan atau apa, dicihampelas ke-2 cewek itu sudah mulai lelah ( beda dengan cewek kampung yang sering jalan seperti aku ).
Balik lagi ke jalan riau setelah itu, masuk ke beebrapa fo dulu sebelum akhirnya pencarian selanjutnya adalah satu toko roti bernama 'bawean' . Yani dan sasa sudah bergabung. Setelah jalan kaki yang lumayan menguras tenaga, toko roti dengan dominasi warna kuning itupun kami temukan. Didalam sasa kembali ngambek gara-gara melihat kue ulang tahun di display...hehheheh.
Makan siang disatu tempat makan didepan toko bawean. SEmua menikmati hidangan tanpa suara, entah karena memang sudah lapar atau karena lelah -bahkan untuk bicara. Keluar dari kometmen awal untuk menggunakan angkot, akhirnya kami menyetop sebuah taxi. Semua masuk untuk kembali ke ges hos, ambil barang dan langsung menuju stasiun dengan
Tak ada kendala menuju stasiun, masih agak lama juga dengan waktu keberangkatan kereta Argo Gede pukul 14.30. Akhirnya perjalanan di bandung pun selesai semua terlihat kelelahan.
Kalau mereka ditanya mau tur dengan gaya backpacker ini lagi ga? the answer will be NO! tapi kalau aku yang ditanya, the answer will be " siapa takut!!"
































Selengkapnya...

Minggu, 18 Oktober 2009

Matsuri Jak-Japan Festival

Its held on Oct 11, 2009















Selengkapnya...

Senin, 27 April 2009

my weekend

April 25, 2009. Pondok Gede, Bekasi

kenapa Jakarta terasa panas banget ya? Apaka ini cuma perasaan ku saja karena sudah terbiasa dengan udara sejuk kota Bandung,,hmmmm miss the city already. Tapi, kalau ngeliat status FB beberapa orang yang uring-uringan juga, aku yakin bukan hanya aku yang merasakan fenomena matahari terasa semakin dekat ke bumi ini. And yeah...Jakarta bener2 panaaasss euy!!

Pagi ini, aku terjebak ditengah-tengah sebuah wawancara yang membosankan. Bagaimana tidak, ini pertama kalinya aku diwawancara dengan kebulan asap rokok yang ganggu banget. Pria setengah baya yang merupakan owner dari salah satu cabang L... Tur itu tak henti-hentinya merokok bak kereta api uap. Ditemani dengan secangkir kopi- yang sama sekali tak ada basa basi buat nawarin- aku, dia dan salah satu hrd nya , seperti sedang ngobrol di sebuah warung kopi pinggir jalan. Saat dia menjelaskan panjang kali lebar cara kerja biro perjalanan yang dia jalani itu, aku sibuk menghitung puntung-puntung rokok yang sudah dia habiskan.
50% keinginanku untuk bekerja di biro perjalanan ini sudah runtuh di 10menit pertama, dan alasan non IATA serta sistem kerja sharing profit memangkas 45% sisanya. Kecewa sih, tapi yang lebih buat bete adalah demi wawancara ini aku harus mandi jam 4 pagi...brrrrrrrrr!!!

Sengatan sang surya langsung menamparku waktu keluar dari kantor berwarna hijau itu. Tujuanku setelah ini adalah rumah kak Eka di ciledug. Meskipun aku buta dengan daerah Pondok Gede ini, namun dengan komunikasi yang cukup baik dengan para supir angkot, akhirnya aku sampai juga sebelum pukul 12 siang. Hah..ternyata pengalaman terlalu sering tanya2 ma supir angkot di Bandung membuatku jadi lebih pede...hihihi.


April 26, Sarinah, Jl. Thamrin
Mustinya aku ingat kalau setiap minggu terakhir, sepanjang jalan sudirman dan thamrin diberlakukan “ car free day”. Akibatnya, aku harus berjalan dari BI ke sarinah dengan sendal ber hak. Walhasil, dengan muka merah terbakar dan keringat bercucuran ( agak berlebihan si pastinya ), aku tiba di MC D sarinah. Seorang cewek jangkung berkacamata sedang ngantri memesan makanan.
“ Li, titip lemon tea ya!” kataku, setelah dia ngeh dengan kedatanganku.

Sebenarnya, pagi ini aku didaulat 2orang temanku, Lia dan Ryan buat nemenin mereka jalan-jalan di Bandung, sebagai guide lebih tepatnya. Meskipun sebenrnya tidak tepat sama sekali..weks! 3Bulan di Bdo, tidak membuat ku begitu saja bisa mengantongi sertifikat 'lulus' dari paguyuban guide sebandung raya. Tapi, bagaimana mungkin aku bisa menolak ketika melihat wajah memelas itu, yeah..meskipun sedikit ada pemaksaan juga she.
“ lagian, gue kan udah book lo dari lama liz!” tambah Lia.

Akhirnya, dengan konsekuensi ' nyasar' yang bisa mereka terima dengan ikhlas, aku dinobatkan sebagai guide 'amatiran' di Bandung...tet tet toret!!!
Sempet delayed 15menit dari jadwal jam 10 pagi, dikarenakan harus pindah mobil. Berkat orasi seoarang cowok yang memperjuangkan kelayakan AC di mobil baraya travel ini.
“ Ganti mobil yang baru !!” teriak nya bersemangat.
“ Ganti mobil yang baru !!” penumpang lainpun berteriak. Hehe..tampak berlebihan.

Namun, aspirasi kami pun akhirnya terpenuhi, walaupun yah..AC dimobil yang baru juga gak dingin-dingin amat.
“ Gud job, mas!” puji Lia pada cowok itu.
Dan sang orator hanya tersenyum bangga dengan mata yang bebinar- binar haru. Untung saja Lia gak lebay buat nambahin.
“ Hidup Indonesia!!”
hihihihi.......

Bismillah...akhirnya mobil yang membawa 8 orang termasuk aku, Lia, Ryan dan supir yang masih grogi akibat demo tadi pun berangkat. Mungkin karena sudah lama tdk bertemu dan ngobrol banyak, 2 setengah jam perjalanan ini benar2 kami habiskan dengan ngobrol ngalor-ngidul ( aku dan Lia saja tepatnya), sedangkan Ryan sudah asik terlelap. Its nice talking with her, a smart girl dengan pemikiran2 yang dewasa dan cukup intelek. Pukul 1230, akhirnya “

Selamat Datang di kota Bandung”. Itu berarti kredibilitas ku mulai dipertaruhkan.
Angkot pertama ( Ledeng- Ciroyom), cukup jitu. Meskipun sepanjang jalan musti telpon yang punya bandung, si akang ferdy. Dengan suara yang tiba-tiba berubah seksi gara-gara flu, sang sensei satu ini dengan sabar menjelaskan jalan lurus mana yang harus kami tempuh. ( kok malah kaya AA gym ..hehhehe)
Ankot kedua ( Lembang-St Hall ), dari terminal ledeng, ternyata kami memang harus menyambung ganti angkot lagi. Angkot coklat yang kami tumpangi terus naik keatas, semakin naik dan naik, dan tak ada tanda-tanda hotel yang kami cari terlihat. Sampai akhirnya kami putuskan bahwa kami sudah terlewat jauh. Lia mulai panik, sang guide amatir meskipun terlihat tenang tapi bibirnya sudah membiru, sedangkan Ryan, No expression ( antara bingung, pasrah, dan laper ). Untunglah tak jauh dari tempat kami berhenti ada sebuah tempat makan yang terlihat bersih dan menggoda, hallah!!. mengisi perut sepertinya ide sempurna. Lagian, tema dari jalan-jalan ini sebenernya adalah “ easy traveling” dan “easy nyasar-ing”.
2porsinasi ayam kremes plus 1 nasi gulai kambing , mampu mengembalikan kecerian tiga bocah petualang inih. Lia mulai tenang, sang guide mulai mencari info jalan lagih, dan Ryan mulai mengantuk..gubrak!!




setelah makan, pencarianpun terasa lebih indah. Hotel bintang 5 dengan bangunan bak istana berwarna abu-abu itupun bisa kami temukan. Gak nyesel juga sih, its a great 'european style' hotel.




Setelah istirahat sebentar dikamar, pukul 4 kami siap keluar lagi. Tak mau membuang-buang waktu, tujuan kami sore ini adalah Cihampelas dan Riau, baru kemudian malamnya nongkrong di surabi enhai. Sayangnya cuaca tak terlalu bersahabat, baru sebentar kami berkeliling di cihampelas, hujan pun turun. Terpaksa kami berteduh masuk ke ciwalk. Sebenrnya agak aneh sih kalau ke bandung buntut-buntutnya ke mal lagi, ke mal lagi. Tapi ya mau bagaimana lagi, akhirnya kami berekliling di mall dikawasan cihampelas ini. Hujan pun tak kujung reda, makan malam pun terpaksa masih didalam ciwalk. Malam ini sebenernya sempet janjian dengan seorang maskot abacus, Om Dodo, buat ketemuan. Lia ingin sekali makan surabi setiabudi, jadi kami janjian disana. Namun tampaknya si Om baru bisa keluar agak malam, sedangkan Lia dan ryan sudah nampak lelah. Akhirnya dengan menerobos derasnya hujan, kami berangkat ke setiabudi. Satu-satunya yang aku khawatirkan dengan cuaca seperti ini adalah Lia, badannya suka sensitip dengan udara seperti ini. Tapi, insya Alloh, jika nanti Lia punya anak, anak nya ga akan 'ngences', karena akhirnya Lia bisa menikmati surabi enhai juga..hehehe. Entah karena kekenyangan atau air hujan yang buat kepala pusing, semua cerita dan rahasia banyak terkuak. Sebagian jawaban pun terbuka. Dan kami bertiga hanya bisa tertawa lepas. Hahh.....what a gud nite.



April 27, Bandung

akhirnya dengan bujuk rayu Lia dan Ryan , aku bolos dari kantor. Gak tega sih, ngelepas kedua teman ku itu begitu saja. Pengaruh hujan-hujanan semalam sudah dirasakan dampaknya oleh Lia, malamnya badan cewk ini sudah panas dan pagi harinya flu sudah mulai menyerang. Jadwal hari ini adalah FO time. Tapi gak maksain juga sih dengan kondisi Lia, balik lagi ke tema “ its easy traveling”. Meskipun begitu, kami masih bisa keluar masuk beberapa FO dikawasan riau dan juanda. Pukul 1630, tur singkat inipun selesai. Dari pool baraya di jl juanda, aku mengantar mereka untuk kembali kejakarta..hiks hiks hiks...sedihh!
Meskipun jalan-jalan nya kurang maksimal, namun kehadiran mereka bagiku sangat menyenangkan. I really had a great time with them, bisa curhat sana sini, nyasar bareng, mpe mati gaya bareng. Ditengah posisi persahabatn kami yang mirip serial beverly hills or melrose place, kami hanya bersyukur masih dapat tertawa bareng .



Thanks guys!! see you on the next trip. ( dengan guide yang lebih kompeten tentunya ).



















Selengkapnya...