Tampilkan postingan dengan label ngelayap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngelayap. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2009

Bandung Tur D'angcots




Nov 07,2009
Kurasa semangat ku siang ini tak kalah tinggi dengan semangat sang mentari untuk membagi sinarnya yang terik. Meski harus meringis ketika baru saja melangkahkan kaki keluar rumah, aku tak gentar sedikitpun. Sabtu yang cerah, hari yang tepat buat nge'date! wait..did i say date??...secara saat ini jomblo jadi buang jauh2 pikiran tentang hal2 romantis itu ( yah walaupun agak2 ngarep si alasannya harus keluar panas2 gini ). Well eniwei.....rencana perjalanan kali ini pun tak kalah menarik, kurasa, Going to Bandung! rasa kangen akan kota ini membuat ku setuju untuk ikutan anak2 kantor - the ladies actually- jalan ke kota kembang. Apalagi kali ini kami akan menggunakan kereta api menuju kesana, satu pengalaman yang belum pernah kurasakan, dan pada akhirnya mampu mengalihkan duniaku, maksudnyaaa...pastilah kekhawatiranku bakal miskin sampai akhir bulan..weks!!

Akhirnya tiba juga di stasiun kereta api terbesar dijakarta ini, tiang2 tinggi dengan cat hijaunya menyambut cewek cantik ini dengan suka cita , ternyata 4 wanita yang akan ber'backpack' ria sudah tiba duluan, dan ternyata bukan hanya 4, ada 1 backpack
er muda berponi yg akan ikut..hehehe

Tiket kelas eksekutif kereta api Parahyangan yang akan membawa kami ke Bandung ternyata sudah menunggu, aku, fiona, viny, risti, yani dan sasa langsung masuk. Aku tak ingat kursi kami ada digerbong berapa, tapi sepertinya berada di gerbong yang agak depan. Tempat duduk dengan warna merah maroon terjajar dengan konfigurasi 2-2 dilengakpi satu bantal kecil disetiap kursinya. Sementara 4 cewek lainnya berada didalam satu deretan, aku lebih memilih satu kursi dibelakang barisan mereka tepat disamping jendela, pasti akan menyenangkan melihat pemandangan diluar. Selama ini aku selalu melihat lintasan kereta api yang melingkar timbul tenggelam dari balik bukit2, dan kini aku ingin merasakan sensasi berada dilintasannya. Komplain pertama terlontar tentang ac yang tak cukup dingin.


16:40 kereta tiba di stasiun kebun kawung, bandung.
Turun kereta, peserta tur mulai agak kebingungan dengan pintu keluarnya, akibatnya, yang harusnya keluar lewat pintu utara, kami malah keluar dari pintu selatan. Tapi dengan semangat tinggi ( karena baru menit2 pertama tur dimulai ) kami mengikuti arahan dari sang guide. Tujuan pertama adalah hunting satu tempat bernama 'De'Durens'. Risti membawa kami keterminal angkot disebelah stasiun. Perlu 2x naik angkot untuk sampai di resto yang terletak di Lengkong Besar itu. Tempat yang sempat kami liat dari satu website itu terletak dipinggir jalan raya, tidak terlalu besar, hanya merupakan satu ruko. Tidak terlalu ramai saat itu, hanya ada 2 kursi terisi. Mungkin karena ketika kami tiba hampir mendekati waktu maghrib.


Seorang wanita berkaus ungu membawakan menu untuk kami liat. Ternyata tidak semua menu terbuat dari durian, kebanyakan memang hanya untuk minumannya saja. Nama-nama minuman dibuat unik untuk menarik perhatian. Ada minuman berjudul : SBY, OBAMA, OSAMA,MEGA, dll. Kami mulai memesan minuman dengan rasa berbeda tiap orangnya, berharap bisa saling icip2.

Kenyang "hanya" menikmati es durian, the Gogle V kembali melanjutkan perjalanan, kali ini tujuan selanjutnya adalah menuju tempat kami akan menginap, yang sebelumnya sudah dipesan fiona waktu dikereta. Menurut informasi yang kami rangkum dari sang empunya D'Durens, untuk bisa mencapai guest house yang terletak disekitar jalan riau itu butuh 2x menggunakan angkot. Ada sedikit niat untuk 'break the rule' tema dari perjalanan ini dengan menggunakan taxi, namun niat itu kami tahan. Akhirnya kami kembali menggunakan angkot, yaitu :

1. angkot yang menuju buah batu ( agak maksa sih, karena ternyata jaraknya hanya sekitar 100m untuk berganti ke angkot ke-2, cuma gara2 supir nya 'ngetem' jadi lama )

2. angkot arah dago ( nah ,,yang ini juga rada ga bener, ternyata jalur nya tidak tepat melewati sepanjang jalan riau, hanya melintas tepatnya dipersimpangan Riau junction. padahal menurut fiona, guest house itu berada dibelakang Heritage. Akhirnya ditengah kemacetan lampu merah, kami ber-6 turun, melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ( cukup buat pegel juga sih, karena ternyata tempat nya ga bener2 tepat dibelakang heritage, tapi rada muter2 dikit lagi.

Tak ada plang atau tulisan apapun didepan rumah yang teletak dijalan wira angun-angun no.46 ,lebih tampak seperti rumah biasa. Dengan mata berbinar dan tetesan keringat yang jatuh bercucuran, kami mulai mengetuk. Seorang perempuan setengah baya menyambut kami dengan senyum. Kemudian kami dibawa lantai dua rumah itu. Benar2 seperti rumah biasa, hanya saja ketika sampai dilantai 2 tenyata berjajar 4 buar kamar, dan masih ada juga beberpa dilantai 3. Kami mengambil 2 kamar. Tak tersedia ac dan tv ditiap kamar, karena memang udaranya sudah dingin. Ruangan nya cukup luas, dilengkapi tempat tidur, satu lemari pakaian, satu meja rias dengan kamar mandi yang cukup bersih. Haaaahhhh...akhirnya kami bisa melepas lelah untuk sesaat, karena rencananya nanti malam masih ada acara keluar lagih.

Sekitar pukul 7, saatnya keluar untuk hunting makan malam. Semua bersemangat, terutama Risti, yang sedari tadi terus mengeluh laper. Karena kurangnya susunan acara, maka makan malam pun aga kebingungan mau kemana. Untuk mengisi perut, beberapa dari kami mengisi nya dengan cemilan otak-otak bakar, kemudian masuk sebentar kedalam fo heritage.

Setelah sedikit perdebatan, diputuskan untuk mencari makan di sekitar dago. Dengan sisa tenaga yang sudah terkuras dari siang, kami mencoba untuk menyetop taxi, tapi tak mudah untuk menerima 6 wanita cantik masuk sekaligus dalam 1 taxi ( walaupun kami sudah mengerahkan senyum terpanis yang tersisa ). Memang sepertinya kami harus berkomitmen pada tema tur ini, lagi2 angkot menjadi penyelamat.

Seperti sabtu-sabtu malam biasanya, jalan dago akan tampak ramai, penuh dengan kegiatan-kegiatan para mahasiswa yang disadari atau tidak membuat mecat jalanan.

Kami memutuskan untuk makan di sebuah kafe bernama 'soto pelangi' yang menyediakan menu nasi tutuk oncom dll. Terletak dipersimpangan jalan juanda bernama 'soto pelangi'. Terlihat jelas kelelahan di wajah teman2 ku, walaupun aku tidak begitu lelah - well mungkin karena sudah biasa jalan- gak tega juga melihat tampang2 lelah dan kelaparan itu. Untungnya menu di cafe ini tidak buruk!! Mudah saja sebenarnya menilai makanan itu enak atau tidak. Tatap saja wajah vinny, kalau tidak ada kerutan didahi nya dan tak ada komentar doi, berarti enak...

Tak lama, Nopi, sepupu ku yang kuliah di Bandung datang dan bergabung. Dari sana, nightsightseeing tur pun dilanjutkan. Berjalan sepanjang jalan dago, sudah pukul 9 banyak FO yang sudah mulai tutup. Namun Vinny bersemangat mengejar satu fo 'the uptown '. Malam itu kurang beruntung, karena ketika tiba disana, fo tsb sudah tutup. Hanya aku yang bisa mengejar masuk ke 'donatelo'.


Minggu, Nov 15, 2009
Hadoh...dah kepending berapa hari ni cerita, mungkin bau-baunya aja dah hilang. Begitu juga dikantor, cewek2 yang biasa ngomongin si sasa-anggota paling muda team turing kmaren- sekarang dah gak kedengeran gemanya. Hahaha...tapi jadi inget lagi dengan bocah satu ini. Bagimana tidak, bocah berusia hmmm...kayana 3 tahun deh...dengan wajah jutek, mata sipit, rambut ala dora the adventure, bawel nyaaa setengah mati! Kalo sasa sudah ngambek minta ini itu terus nangis karna gak diturutin kita cuma bisa ngurut dada masing ( yaiyalah masa ngurut dada orang....ups!).
---Hari ke-2 Tur D'angcots--
Pagi-pagi aku dah bangun, punya waktu 2d/1n di bandung rasanya sayang kalau hanya dihabiskan ditempat tidur, dan kayana semua anggota gugle V setujuh termasuk sasa yang sepertinya paling duluan bangun. Udara sejuk pagi hari dibandung rasanya beda banget...suegeeerrrr!!! 7.30 semua sudah siap untuk hunting sarapan pagi. Berhubung risti sepertinya lagi ngidam mau makan kupat tahu, tim yang lain jadi penasaran mau ngidam juga..loh..mau coba kupat tahu juga. Dan tidak jauh dari 'ges hos' ternyata ada sebuah pasar yang tak terlalu ramai dan disanalah kami memulai pencarian.
Namanya Pasar Gempol, dan memang benar tepat diujung pasar ada sebuah warung yang menjual kupat tahu. Tempatnya sih biasa ajah, tapi lihat orang2 yang makan disana..kebanyakan ber'mobil'. Penasaran juga pingin tahu rasanya kupat tahu gempol yang sepertinya disponsori oleh kecap cap bango ini. Seporsi kupat tahu berisi - tentu saja -kupat yang lembut, tahu yang juga bertekstur lembut, tauge, ditaburi saus kacang yang kental dan sepertinya diolah dengan sempurna hinggga minyak2 dari kacangnya keluar dengan cantik, tak lupa taburan kerupuk dan bawang menambah kesempurnaan.
Dari pasar gempol kami beranjak langsung menuju dago. Ternyata masih ada yang penasaran mau ke 'up town'. Masih pukul 8 lewat, kembali berada di angkot yang akan membawa kami menuju jalan dago yang terkenal dengan fo nya itu. Jalanan agak tersendat ketika melewati sekitaran gazibu yang pagi itu ramai oleh pasar kaget. Anggota tim sudah berkurang, risti harus duluan ke cianjur untuk melawat teman nya yang meninggal, yani terpaksa tinggal di ges hos karena sasa rada rewel dan mengatuk. Jadi tinggal aku, fiona dan vinny. Setelah harus nunggu dulu up town dibuka, kami bertiga akhirnya masuk dengan semangat mau ngabisin uang ditempat ini ( vinny dan fiona saja tentunya). Dari dago kami menuju cihampelas demi mencari titipan kaos pacar fiona. Entah karena mungkin mereka jarang jalan atau apa, dicihampelas ke-2 cewek itu sudah mulai lelah ( beda dengan cewek kampung yang sering jalan seperti aku ).
Balik lagi ke jalan riau setelah itu, masuk ke beebrapa fo dulu sebelum akhirnya pencarian selanjutnya adalah satu toko roti bernama 'bawean' . Yani dan sasa sudah bergabung. Setelah jalan kaki yang lumayan menguras tenaga, toko roti dengan dominasi warna kuning itupun kami temukan. Didalam sasa kembali ngambek gara-gara melihat kue ulang tahun di display...hehheheh.
Makan siang disatu tempat makan didepan toko bawean. SEmua menikmati hidangan tanpa suara, entah karena memang sudah lapar atau karena lelah -bahkan untuk bicara. Keluar dari kometmen awal untuk menggunakan angkot, akhirnya kami menyetop sebuah taxi. Semua masuk untuk kembali ke ges hos, ambil barang dan langsung menuju stasiun dengan
Tak ada kendala menuju stasiun, masih agak lama juga dengan waktu keberangkatan kereta Argo Gede pukul 14.30. Akhirnya perjalanan di bandung pun selesai semua terlihat kelelahan.
Kalau mereka ditanya mau tur dengan gaya backpacker ini lagi ga? the answer will be NO! tapi kalau aku yang ditanya, the answer will be " siapa takut!!"
































Selengkapnya...

Senin, 23 Maret 2009

nice weekend

Ferdy, akhirnya membuka lebar jalan ku untuk lebih akrab dengan kota ini, tempat ku sekarang mencari sesuap nasi. Ini penting, karena ketidak-akraban ku dengan Bandung membuat ku merasa seperti “ living in nowhere “...( yang artinya..???!!!!).

Sabtu, march 21, 2009

walaupun kadang the expert can be wrong – seperti misal : salah parkir..!! si akang satu ini berhasil membawaku mengelilingi Bandung yang siang tadi diguyur hujan dan baru malam nya reda. Pukul 8.30pm mobil ber-plat D dalam kendali sang local guide – one and only – akang Ferdy – melaju perlahan menyusuri jalanan Bandung yg basah.

Tujuan pertama kami dan yang paling mendesak adalah mendamaikan cacing-cacing diperut yang sudah mulai berontak. Bebek van java adalah rekomendasi pertama Ferdy, tapi sayang, saat itu sudah mau tutup jadi masuk ke alternatip ke dua yaitu tempat makan sunda rm. Ampera. Masih rekomendasi dari si akang, rm. Ampera yang dijalan Supratman lebih enak daripada yang lainnya. “ Baik Kang, dimana pun juga , saya terima deh...udah lapeerrrr!!”. Agak sedikit kalap sih waktu pesen 1 ekor ikan mas goreng, pepes tahu, dan bakwan udang, sedangkan si akang cuma pesen babat goreng dan tahu..hehehe. Mau tambah sayur asem lagi jadi malu euy!!

Kalau diliat dari lauk-lauk yang tersedia sih tidak terlalu istimewa, sampai akhirnya aku menemukan sambalnya...Dasyaaaatt!!!. Dari awalnya sok nawarin nasi karena kebanyakan sampai akhirnya malu sendiri lagi karena kemudian tak ada yang tersisa sedikitpun..hahaha.
Tentang harga, juga gak mahal-mahal banget kok, relatip murah bahkan buat tempat makan sebesar ini.

Kenyang makan, Bandung nightseeing pun dilanjutkan. Seperti ikut dalam sebuah tour VIP dengan personnal guide handal, Ferdy menjelaskan setiap jalan-jalan yang kami lewati dan memang sengaja dia putari. Melihat cara dia menggambarkan kota kelahirannya ini seperti membaca ensiklopedia Bandung lengkap, beda nya hanya ketika membaca aku tak akan pernah terus-terusan cekikikan karena joke2 yang dia selipkan. Aku bisa terhanyut dalam kebanggaan dan kecintaan cowok satu ini dengan Bandung heritage. Bukan hanya karena alesan jalan malam hari, tapi memang jalanan Bandung yang kebanyakan 'one way street' (haduh tanya ahmad deh klo ga tau artinya..), juga berputar-putar, cukup sulit bagiku untuk mengingat nya. Tapi setidaknya point-point nya sudah agak terang sekarang. Mari kita lihat pembelajaran apa yang sudah kudapat malam itu :

Hmmm mulai dari melewati sepanjang lapangan gazebo (biar deh kata orang nora' ..yang penting enjoy..!!), melewati rumahnye om Dede Yusuf a.k.a Gedung Sate.

Melewati titik nol – nya kota Bandung yang ternyata terletak di pangkal jalan Asia Afrika ( baru tau kan lohhhh??). Ferdy si cerita history-nya, cumaaaa,,,,,lupa euy hehehe,,abis nama2 nya susah Belanda-Belanda gemanaaa getohh. Disepanjang jalan keliatan sekali arsitektur yang khas, si Akang bilang si ini arsitektur Art Deco, katanya yang asli cuma ada 3 negara didunia yang punya, yaitu : spain,MIA,and Bandung. Kalau di Indonesia, yang bawa gaya arsitektur ini ya si menir-menir tea, satu bentuk yang lebih mengutamakan kesederhanaan dengan elemen dekoratif berupa garis - garis atau persegi, dan pada warna biasanya juga lebih didominasi oleh putih dan abu2. Coba deh perhatiin bentuknya pada hotel Preanger dan Savoy Homan. Ngelewatin gedung merdeka?? tentu iya. Untuk adik-adik yang masih sekolah..sok atuh dateng, trus baca sendiri sejarahnya ye..hehe.

Berbelok sedikit akan ketemu jl. Braga. Kalau yang aku denger sih ya, jalan ini lumayan fenomenal. Dulunya banyak cafe-cafe menawarkan makanan2 khas Belanda, tapi malam ini, aku tak menemukannya. Sepanjang jalan ini bukanlah jalan aspal seperti yang lain, tapi sudah di bongkar dan diganti dengan petak-petak gitu deh ( hmmm susah jelasinnya, ntar deh aku tanya lagi ma tukang yang buat !!). aku sempet tertawa waktu Ferdy nyeletuk ' knapa Bandung dijuluki Kota Kembang?' , bukan karena kota ini tumbuh banyak kembang tapi karena banyak “ kembang malam “ nya..hehehe. Well, kalo gitu, Jakarta bisa disebut ' Kota Surga Bunga' dunk..hehehe.

Belum lagi, jl. Dago yang setiap malam minggu ramai dengan mahasiswa2 kreatip nya. Malam ini saja aku menemukan ada suster ngesot bawa-bawa kotak amal...( hantu yang aneh !!). dentuman music terdengar dijalan tepat didepan plaza Dago yang dijadikan titik berkumpul.Tapi seperti itulah yang terjadi setiap weekend, semua kreativitas tersalurkan dari mulai fashion, seni dll, walaupun kadang-kadang malah buat macet.

jl. Citarum..jadi inget Andy, yang info tentang masjid istiqhomah yang terletak dijalan ini. Dia bilang “ Liz, daripada bengong, mendingan lo ikut-ikut pengajian”. Aku menjawab “ siap, insya Alloh”. Katanya sih masjid ini merupakan kepunyaan aa Gym. Isu polygami pun akhirnya menjadi topik pembicaraan ku dan Ferdy.

Pemberhentian terakhir kami adalah sebuah tempat minum kopi “ Ngopi Doloe”, yang terletak tak jauh dari rs. Boromeus, juanda. Tak lebih dari sebuah rumah dengan tambahan teras dan halam depan yang dibagi 2, satu bagian sebelah kiri diperuntukan bagi yang ingin lebih santai lagi dengan sofa-sofa panjang. Kaerna di lengkapi dengan fasilitas hot spot, jadi membuat pengunjung betah berlama-lama. Warung ngopi doloe yang dijuanda ini memang lebih luas daripada yang ada disamping heritage jl.riau. Kami sama-sama coba pesen 'black forest coffe'. Hmmmm...kalu menurut ku sih, rasa kopinya sudah gak begitu terasa, hilang oleh rasa campurannya, dan hati-hati...kopi ini rasanya sangat manis, dan buat ku malah jadi agak enek. Ditemani dengan satu porsi nacos....( lupa belakangnya ), yang kalu aku bilang lebih kaya pangsit goreng. Sebagian besar pengunjung yang kulihat adalah anak2 muda. Dan menurut Ferdy lagi, warung ngopi doloe ini dikelola oleh anak2 enhai. Ide yang bagus dengan mengadopsi kesuksesan tempat2 ngopi yang sudah terkenal seperti starbuck contohnya. Hanya kemasannya di buat lebih untuk yang lebih kebawah. Karena pada akhirnya, kopi hanyalah sebagai pelengkap, sedangkan tujuan utama nya adalah tempat buat kongkow2.

Pukul 11 malam, bel berbunyi!! aku harus kembali pulang, karena jika lebih dari jam 11 aku berubah menjadi kodok. Ihhhh...bayangin ajah ogah, jadi yah mo gimana lagi secara tinggal di asrama putri, yah walaupun sempet aga di omelin juga ma si penjaga pintu..hiks hiks

Thanks to si Akang yang sudah meluangkan waktunya buat ngajak berkeliling.

Minggu, march 22, 2009

Awalnya si mau ke kedai teko di daerah cieumbuleit, tapi akhirnya cuma makan di suis butcher setiabudi,,,dan ter perangkap hujan di ciwalk.

Smoga masih ada banyak waktu utk menjelajahi kota ini. Jadi, sudah mulai akrab???hmmm...kita akan coba hehehee... Selengkapnya...

Senin, 15 Desember 2008

Curug Seribu...Bogor




Untuk ketiga kalinya, aku kembali ketempat ini. Cibatok, suatu kawasan di kaki gunung salak yang banyak menyimpan tempat2 indah. Perjalanan kali ini adalah untuk melihat satu keindahan alam yaitu sebuah air terjun setinggi lebih dari 100 meter dikawasan pegunungan salak endah, Bogor.

Beda dengan curug cigamea, untuk sampai di curug seribu ini, kita musti menapaki jalan berliku, curam dan licin, sampai akhirnya tiba didasar jurang. Berangkat sih masih bisa nyanyi-nyanyi tapi liat waktu pulang.......nanjak abess!!



Me and Nova ( dua dari duwa cewek yang ikut )


The bikers ( Thimo, Aloy, Ryan )





Inget anak2 belitong??.....Nah ini bukan mereka..truss maksudnya???





Hmm....ada yang asik-asik poto buat pre wed
Ryan..!! jangan ganggu!!






Ayo Nova....kamu bisa!!

Terapi air yang menyenangkan..Bagus untuk menghilangkan segala masalah hidup...hallah!!


Berasa 'private swimming Pool' ajeh

Aduh..pls deh Thimo!! your body not that sexy !!!


Alloy : " ssstttt......jangan berisik, gw lagi kentut dalam air "


Abis capek hiking, shoping (loh?), sebelum pulang, ga afdol rasanya klo ga ada acara wisata kuliner di bogor....






Selengkapnya...